Macam Macam Khat Kaligrafi
Khat kaligrafi sendiri tidak
berkaitan dengan agama, melainkan merupakan kreasi atau tangan kreatif seorang
kaligrafer. Namun perlu di garis bawahi dalam penulisan model khat huruf arab
boleh saja kita mendesain sebagus mungkin, akan tetapi tidak boleh merubah
makna apalagi arti dari kalimat tersebut. Menurut hukum islam itu tidak
diperbolehkan, merubah makna tulisan kaligrafi arab sekaligus makna dari huruf
tersebut.
Jenis Jenis Khat Kaligrafi Terkenal
Banyak para tokoh kaligrafi
mempersembahkan karyanya dengan beberapa sebutan khat atau model. Dibawah ini
adalah sebagian jenis kaligrafi terkenal yang kita jumpai terkadang terdapat di
dalam bangunan masjid antara lain :
Khat Naskhi
Khat Naskhi ialah suatu jenis kaligrafi mudah untuk di baca, khat ini biasanya terdapat pada al-quran. Tulisan pertama kali muncul pada abad ke 5 hijriyah, ketika itu marak dijadikan cetak karya tulisan arab salah satunya al-quran.
Khat Kufi
Kufi sendiri merupakan khat tertua pada masa itu, dinamakan kufi karena berada di daerah di kota kufah. Gaya tulisan ini sedikit kaku, namun model khat pada kufi mempunyai nilai desain menarik karya seninya semakin muncul.
Khat Tsulust
Bentuk ornamen paling keren, kadang kita menemukan pada pembuatan kaligrafi masjid menggunakan model ini. Nah untuk mempelajari model tulisan tsulut sedikit rumit, seorang kaligrafer mendesain pada dinding untuk memunculkan gaya baru pada atau masa kini.
Khat Farisi
Berasal dari negara Persia khat farisi di buat pertama kali oleh tokoh persia bernama Mir Ali Sultan al-Tabrizi. Pada momen tertentu khat di buat tidak pada al-quran, tulisannya menggantung dengan ketebalan berbeda.
Khat Diwani
Diwani adalah model kaligrafi arab di cetuskan oleh penduduk orang Turki, pada masa bani Usmani. Goresannya lentur bisa saja berbentuk macam-macam, tulisan khat diwani sendiri banyak di jumpai pada kantor pemerintahan Turki.
Khat Riq'ah
Tulisannya mempunyai ciri tertentu yaitu tidak menggunakan harokat, terkadang semua khatthat mampu menguasai model riq'ah. Nilai kesederhanaan pada model riq'ah mampu atau mudal di kenal oleh masyarakat arab.
Contoh gambar jenis khat kaligrafi di atas merupakan sebagian karya sederhana bertulis pada kertas putih dan di tulis dengan tinta. Masih ada lagi karya yang belum kami sempat publishkan pada kesempatan kali ini, mudah mudahan lain waktu akan ada waktu untuk memberikan macam macam gambar kaligrafi serta pengertian tentang jenis khat.
Jenis Jenis Kaligrafi Islam
Sejarah Munculnya Ragam Kaligrafi
Jenis jenis Kaligrafi Islam dibedakan berdasarkan bentuk huruf dan fungsi tulisan tersebut. Tulisan untuk dokumen dokumen resmi misalnya, menggunakan jenis jenis kaligrafi tertentu yang berbeda dengan tulisan tulisan kaligrafi untuk hiasan dan sampul sampul buku. Para tokoh kaligrafi, sejak abad ke-3 H / 9 M telah mengembangkan beragam jenis tulisan dan memberikan nama nama tertentu untuk membedakannya dengan yang lain.
Maka banyaklah sebutan sebutan untuk jenis jenis kaligrafi. Sebutan sebutan itu cukup membingungkan karena satu jenis tulisan kaligrafi disebut dengan nama nama yang bermacam macam.
Ibnu Nadim menyebutkan ada 40 jenis kaligrafi dengan sebutan sendiri sendiri. Sementara Muhammad Bin Sulaiman al-Rawandi menyebutnya ada 70. Yang lain menyebutkan ada 150 jenis kaligrafi. Bahkan ada yang menyebutkan 120 jenis untuk kaligrafi model kufi saja.
Sebagai misal, nama nama jenis kaligrafi saat itu antara lain : jalil, tsulus, tsulutsain, tsulus tsaqil, gubar, tumar, lu'lu'iy, musalsal, mudabbaj, masyaq, tajawid, muhaqqaq, munamnam, musahham, mabsuth dan seterusnya.
Jenis Jenis Kaligrafi Asasi
Dari penjelasan diatas, apa yang mereka sebut sebagai jenis jenis kaligrafi itu, sebenarnya bukan jenis jenis yang betul betul memiliki karakteristik sendiri. Banyak bentuk yang mirip satu sama lain, sehingga bisa dimasukkan dalam satu kategori saja. Maka pada perkembangan selanjutnya, secara alami, ada nama nama jenis kaligrafi yang unggul dan digunakan sampai sekarang, ada juga yang pelan pelan dilupakan orang.
Jenis jenis kaligrafi tersebut pada akhirnya menjadi paten dan memiliki kaidah kaidah masing masing. Jenis jenis kaligrafi tersebut yang masih dikenal pada masa kini antara lain :
1. Kufi
Adalah jenis
tulisan kaligrafi tertua yang dikenal dalam Islam. Dengan tulisan Kufi ini
Al-Qurán pertama kali ditulis (dengan kufi sederhana yang disebut kufi
masohif). Ciri utamanya adalah torehannya kaku bersudut, karena mulanya memang
ditorehkan dengan pisau diatas tulang, batu batu, atau pelepah kurma.
Nama Kufi diambil dari nama kota Kufah di Irak, kota yang dibangun
oleh Khalifah Umar bin Al-Khattab. Kaligrafi Kufi kemudian berkembang menjadi
sangat indah pada masa Daulah Abbasiyah, dengan memasukkan unsur unsur hiasan
dan ornamen khas kedalamnya.
Kufi asli memiliki ciri ciri tidak bertitik, dan tidak bersyakal serta dibiarkan asli tanpa hiasan. Sedangkan Kufi yang sudah berkembang, banyak mengambil bentuk bentuk yang lebih beragam, dan banyak digunakan dalam karya karya arsitektur, untuk menghiasi masjid, makam, dan istana raja raja.
Kufi Karya Jamal
Isa al-Kabbasyi berbunyi : wa min haitsu kharajta
fa walli wajhaka syatrol masjidil harom...(al Baqarah : 150) |
Untuk contoh contoh kaligrafi Kuufi lebih banyak, silahkan
baca : 25 Contoh Kaligrafi Kufi
2. Naskhi
Jenis Tulisan ini muncul pada
akhir abad ke 5 Hijriyah. Ini adalah jenis kaligrafi modifikasi dari tulisan
Kufi dengan bentuk yang lebih lentur. Ia muncul mengiringi maraknya penulisan
buku dan Al-Quran. Karena itu ia disebut "naskh" yang berarti naskah.
Karena secara luas digunakan untuk "naskh al-Quran". Pada awal kemunculannya,
jenis kaligrafi ini disebut "badi' " . Kaidah kaidah kaligrafi ini di
sempurnakan oleh al- Wazir Ibnu Muqlah.
Kaligrafi Naskhi ini memiliki
karakteristik lembut, dan jelas dibaca. Apalagi bila kemudian diberi syakal dan
titik. Naskhi tidak digunakan dalam bentuk "tarkib" (bertumpuk tumpuk
seperti halnya Tsuluts), melainkan datar mengikuti garis. Pada masa belakangan,
gaya naskhi menjadi tulisan baku untuk buku buku dan karya karya ilmiyah
(termasuk untuk penulisan menggunakan mesin cetak dan komputer).
Kaligrafi jenis Naskhi ini biasanya diajarkan pertama kali sebelum mempelajari yang lain. Perlu latihan tekun dan banyak pengulangan untuk benar benar menguasainya.
Untuk contoh contoh kaligrafi Naskhi lebih banyak, silahkan baca : 25 Contoh Terbaik Kaligrafi Naskhi
3. Farisi / Nastaliq
Disebut FARISI karena ia muncul
dan populer dinegeri negeri Persia (Farsi). Disebut TA'LIQ, karena cara
penulisannya seperti gaya penulisan catatan kaki yang lazimnya miring kebawah
dari kanan kekiri. Disebut NASTALIQ karena fungsinya mirip dengan Naskhi yaitu
sebagai tulisan standar bagi buku buku pengetahuan (sampai hari ini buku buku
pengetahuan berbahasa Persia dan website website mereka masih menggunakan
Farisi disamping Sikasteh). Jadi Nasta'liq adalah gabungan dari kata Naskh dan
Ta'liq.
Untuk menguasai tulisan ini pun sangat sulit dan perlu latihan yang banyak. Kadang kadang diperlukan dua mata pena untuk menuliskannya karena satu huruf memiliki ketebalan yang berbeda. Para Ustadz kaligrafi berkata :
Untuk menguasai tulisan ini pun sangat sulit dan perlu latihan yang banyak. Kadang kadang diperlukan dua mata pena untuk menuliskannya karena satu huruf memiliki ketebalan yang berbeda. Para Ustadz kaligrafi berkata :
"Siapa yang belum
menguasai kaligrafi Farisi dan Tsulutsy, maka ia belum disebut khattat".
Berikut
ini contoh Farisi :
Kaligrafi Farisi berbunyi
kullu ilmin laisa fil qirthasi dhoo'
-- kullu syarrin jaawazal isnaini syaa'
"semua ilmu, yang tidak ditulis
dikertas akan hilang -- Semua kejahatan yang terulang dua kali
akan tersiar "
|
4. Tsulus
Ini adalah
jenis kaligrafi yang paling gagah, mewah dan elegan. Sebagaimana dikatakan,
tsuluts menjadi syarat bagi seseorang untuk digelari "khattaat",
karena memang sangat sulit mempelajarinya. Kaligrafi tsuluts dibagi
2 :
- Tsuluts 'aady atau tsuluts biasa. Ditulis menggunakan pena berukuran minimal 4 mm, ditulis dengan gaya biasa, jarang dibuat menjadi bentuk bentuk yang rumit.
- Tsuluts jaliy ditulis dengan pena berukuran dua kali lipat tsuluts biasa, dan sering dikreasikan dalam bentuk bentuk yang rumit. Misalnya bentuk murokkab (bersusun susun), model ma'kus atau mutanadzir (berpantulan), dan bentuk bentuk binatang.
Tsuluts
biasa dan tsuluts jaly, tidak memiliki banyak perbedaan. Hanya ukuran pena saja
yang membedakan keduanya. Karena itu tsuluts jali masih dianggap bagian dari
tsuluts.
Tsuluts Jaliy
(Jaliy Tsuluts) karya Dawud Bektasy dibentuk murokkab
(bertumpuk tumpuk) berbunyi : maa kaana Muhammadun abaa ahadin min rijalikum...) |
Tsuluts jaliy
ma'kus (berpantulan) karya Hasyim Muhammad berbunyi :
"wamaa utitum minal ilmi illa qalilan". |
Lihat contoh lebih banyak
di 25 Contoh Kaligrafi Tsuluts Terbaik
5. Diwany
Jenis
Kaligrafi ini sempat menjadi tulisan yang dirahasiakan oleh Daulah Usmaniyah
karena keindahannya. Selanjutnya, setelah Sultan Muhammad Al Fatih berhasil
menaklukkan Konstantinopel tahun 857 H, penggunaan Diwany mulai dipublikasikan
meski terbatas pada penulisan diwan diwan resmi (pembukuan dokumen) Kerajaan
Usmaniyah. Dan dari situlah jenis kaligrafi ini memperoleh namanya.
Sering disebutkan, bahwa yang pertama kali meletakkan kaidah kaidah Diwany adalah Ibrahim Munif At Turki. Selanjutnya Diwany memiliki tiga aliran gaya yaitu : gaya Turki, gaya Mesir, dan gaya Baghdad. Keindahan Diwany terletak pada keluwesannya dan banyak menggunakan huruf huruf memutar.
Sering disebutkan, bahwa yang pertama kali meletakkan kaidah kaidah Diwany adalah Ibrahim Munif At Turki. Selanjutnya Diwany memiliki tiga aliran gaya yaitu : gaya Turki, gaya Mesir, dan gaya Baghdad. Keindahan Diwany terletak pada keluwesannya dan banyak menggunakan huruf huruf memutar.
Diwany
karya Taj Sirr Sayyid Ahmad.
Isinya hadis nabi : ayyuhan-naas inna lakum maálima fantahuu ilaa málimikum...dst |
Diwany memiliki kreasi selanjutnya yang disebut diwany jaliy.
Sebagian besar bentuk hurufnya mirip dengan diwany biasa, hanya saja hiasannya
lebih "ramai". Juga dibedakan dengan adanya mahkota mahkota di kepala
kepala hurufnya. Penulisannya juga menggunakan pena berukuran lebih besar dan
biasanya menggunakan 2 mata pena : pena besar untuk tulisan dan pena kecil
untuk hiasan.
Diwani Jaly meskipun mengambil nama "diwani", ia harus dianggap sebagai jenis kaligrafi tersendiri karena bentuknya berbeda dengan diwani biasa. Hanya saja kebanyakan kaligrafer dan para peneliti, tidak menjadikan diwani jali sebagai jenis tersendiri karena dikembangkan oleh orang yang sama yang mengembangkan diwani biasa, antara lain Gazlan Bik. Berikut contoh dan diwani jaliy :
Diwani Jaly meskipun mengambil nama "diwani", ia harus dianggap sebagai jenis kaligrafi tersendiri karena bentuknya berbeda dengan diwani biasa. Hanya saja kebanyakan kaligrafer dan para peneliti, tidak menjadikan diwani jali sebagai jenis tersendiri karena dikembangkan oleh orang yang sama yang mengembangkan diwani biasa, antara lain Gazlan Bik. Berikut contoh dan diwani jaliy :
Diwani Jali indah
sekali karya Jalal Amin Solih berisi kutipan hadis :
"kalimatani khofifatani alal-lisan tsaqilatani fil mizan...dst". |
Lihat contoh contoh lebih banyak di 25 contoh kaligrafi diwani jali
6. Riq'ah
Riq'ah atau ruq'ah adalah tulisan
yang sangat indah, tetapi sangat sederhana dan mudah dipelajari. Rata rata
khattaat menguasai tulisan gaya ini. Hanya saja, karena watak tulisannya yang
bisa ditorehkan dengan cepat, kaligrafi ini jarang benar benar diberikan roh
sebagai sebuah karya seni.
Yang pertama meletakkan kaidah kaidahnya adalah Musytasyar Mumtaz Bik seorang pengajar kaligrafi Sultan Abdul Majid Khan seorang raja Dinasty Usmani pada tahun 1280 H. Kemudian kaidah kaidahnya disempurnakan oleh Muhammad Izzat At-Turky. Ciri khas riq'ah adalah tidak menggunakan harokat dan hiasan. Berikut ini contohnya :
Yang pertama meletakkan kaidah kaidahnya adalah Musytasyar Mumtaz Bik seorang pengajar kaligrafi Sultan Abdul Majid Khan seorang raja Dinasty Usmani pada tahun 1280 H. Kemudian kaidah kaidahnya disempurnakan oleh Muhammad Izzat At-Turky. Ciri khas riq'ah adalah tidak menggunakan harokat dan hiasan. Berikut ini contohnya :
--oo0oo--
Enam Ragam tulisan ini adalah
jenis jenis Kaligrafi Islam yang merupakan yang paling populer sehingga disebut
kaligrafi utama atau pilar utama kaligrafi. Pembagian kaligrafi menjadi 6 ini
adalah yang dipegangi oleh banyak orang. Sebenarnya ada juga yang menambahkan
'kaligrafi ijazah' sebagai jenis ke 7, ada juga yang mengeluarkan
"kaligrafi Farisi" dari jenis kaligrafi utama karena dianggap
bukan asli Arab.
Selanjutnya, adalah jenis jenis kaligrafi lain yang kurang dipopulerkan. Jenis jenis ini belum terlalu banyak di eksplorasi keindahannya dan masih memiliki sedikit peminat. Kaligrafi ini kita sebut kaligrafi "cabang" . Antara lain :
7. Kaligrafi Ijazah
Selanjutnya, adalah jenis jenis kaligrafi lain yang kurang dipopulerkan. Jenis jenis ini belum terlalu banyak di eksplorasi keindahannya dan masih memiliki sedikit peminat. Kaligrafi ini kita sebut kaligrafi "cabang" . Antara lain :
7. Kaligrafi Ijazah















maaf kalau kurang puas dengan artikel yang saya bagikan
BalasHapus